01  August  2008

Pangandaran Jadi Kabupaten

Pangandaran akan jadi kabupaten. Hehe, itu kampung halaman saya. Buat saya pribadi, rasanya memang lebih baik menjadi kabupaten tersendiri, terpisah dari Ciamis. Hm, saya jadi membayangkan duduk di teras rumah, memandang laut, sambil membaca buku. I Love Pangandaran!

Diposting dengan kata kunci: ,

Identitas Film Asia Descartes 1.2

4 Komentar untuk “Pangandaran Jadi Kabupaten”

Affan :

Orang Pangandaran toh…
wah, kab yg akan dimekarkan…
boleh tuh mencalonkan jadi Bupati pertama.

Affan:
Bupati? Boleh juga tuh. Hehe … kidding! Enggak pernah tertarik jadi pejabat. Daripada jadi bupati mending beli kapal kecil buat mancing ikan di laut, kali :)

rajendra :

saya dukung 2000%
biar orang pangandaran semakin makmur dan meningkat tarap hidupnya,syukur2 anak nelayan dan petani bisa kuliah smua.
majulah pangandaran ku cinta,
disanah tempat lahir beta,dibuai dibesarkan bunda,….hingga bunda menutup mata,
he.he.he jadi swedih

iip abdurrochim :

geura prak pangandran misah ti ciamis.tos waktosna pangandaran mandiri teh!

Adit -Cikembulan :

Komen: Tak Direkomendasi, Pemekaran Kab. Ciamis (dari InfoPangandaran.com, 29 Nov 08)

Saya pikir tim penilai tak salah menyimpulkan itu, karena apa yang dinilai tentang aspirasi pemekaran Kab. Ciamis mungkin dianggap ‘biasa-biasa saja’. Ini mirip seperti kisah hasil penilaian aspirasi pemekaran Sukabumi Selatan, Cianjur Selatan dan Garut Selatan yang pada rontok/gagal.

Apapun hasil penilaian itu meski kita hargai dan terima dengan lapang dada. Bukannya direpson dengan demo-demo yang tidak produktif.

Lalu, apakah kita (para pejuang dan pendukung pemekaran Kab. Ciamis) akan berhenti begitu saja?? Saya pikir tidak! Kita tak perlu kecil hati.

Yang kita perlu lakukan adalah menemukan gagasan atau visi baru. Visi baru itu mesti dilihat dalam konteks yang lebih makro (regional), bukan lagi lokalan seperti selama ini.

Visi baru yang saya ajukan adalah bertolak dari fakta bahwa; di sepanjang pantai selatan Jabar, Anda tak akan menemukan rumah sakit, universitas, pusat pelatihan, pusat perniagaaan, lembaga keuangan (kecuali bank-bank setingkat unit/ranting), dan lain-lain layanan publik. Pantai selatan Jabar adalah kantung-kantung kemiskinan belaka, dimana orang-orang tak betah tinggal. Mereka pergi ke kota bahkan ke luar negeri (menjadi TKI), hanya untuk bertahan hidup.

Sisi lainnya, coba Anda bandingkan dengan jalur pantura. Fasilitas dan infasturktur tentu sangat jomplang jika disandingkan. Pantai selatan Jabar bahkan jauh tertinggal dibanding pantai selatan Jateng, Yogja dan Jatim.

Coba buka perpektif Anda. Saat ini jarak Jakarta-Bandung hanya dua jam saja, yang semula lima sampai enam jam. Harusnya 2 jam lagi perjalanan bisa dilanjutkan sampai ke Pangandaran. Dengan demikian uang orang Jakarta tak tertahan di Bandung. Bila perlu kita bikin jalan tol via pantai selatan Jawa, yang mengubungkan Bandung sampai ke Yogja via Pameungpeuk. Why not?

Apa yang perlu kita lakukan adalah membuka dialog dengan saudara-saudara kita di Tasik dan Garut kidul. Untuk membangun dan menyatukan visi baru. Dialog juga perlu dilakukan dengan daerah di selatan Jateng dan Jogja. Sehingga visi itu dapat dukungan dan diperjuangkan secara luas.

Dengan cara itu maka boleh kita bermimpi dalam 3-5 tahun kedepan terbentuk kabupaten baru Pangandaran-Cipatujah, serta Kab. Garut Selatan.

Siapa tertarik memfasilitasi dialog-dialog itu?? Cekap heula, salam ka sadaya ti urang Cikembulan.

adit:
terima kasih gagasannya. sebenarnya, gagasan seperti ini jauh lebih prduktif atau bahkan lebih masuk akal. bukan pemekaran memang yang penting, tapi bagaimana kesejahteraan wilayah itu terangkat. bahkan jika kita tetap berpegang pada ide pemekaran, alasan kesejahteraan penduduk mestinya menjadi prioritas alasan, bukan sekadar sentimen promordialisme belaka. hayo, mengenai gagasan “universitas selatan”, jalan tol, rumah sakit, bahkan secara pribadi saya mengangankan: perpustakaan, setuju sekali!
- eka

Komentarmu