23  May  2008

Janji SBY 7 November 2007 dan Iklan Wiranto

 


Screenshot: presidensby.info.

Berawal dari iklan Wiranto di berbagai koran yang bertajuk Wiranto Masih Berharap SBY Penuhi Janji Soal BBM, polemik mulai berkembang. Menteri Sekretaris Negara, Hatta Rajasa, berkomentar atas iklan itu, “Sangat tendensius dan bisa menyesatkan kalau tidak ditanggapi. Seakan-akan Presiden berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM.” Benarkah Presiden SBY tak pernah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM? 

Silakan lihat di laman situsnya sendiri: presidensby.info 7 November 2007. Jika dengan ajaib halaman itu dihapus (gampang lah menghapus halaman web), saya mempunyai screenshotnya di sini. Sekarang, mari kita tunggu, apakah presiden kita tukang ingkar janji atau tidak? Atau masih mau menyangkal janji yang sudah diucapkan?

Dengan memposting ini, apakah kemudian daya menjadi pendukung Wiranto? Tidak. Selain fakta dia mantan militer (saya tak akan pernah memilih mantan — apalagi masih — militer), apa yang ia lakukan bulan-bulan terakhir ini menyebalkan: Wiranto memasang iklan di berbagai koran seolah-olah ia membela orang miskin. Hmmm … jika memang begitu, bukankah lebih baik uang untuk pasang iklan tersebut (yang pastinya mahal), dikasih saja untuk makan malam banyak orang?

Tidak. Jelas orang semacam ini tak mengerti menentukan prioritas: mana yang lebih penting, memberi makan orang miskin atau memasang iklan yang membela orang miskin?

Update 1, 11:41

Baru tahu dari kompas.com, ternyata judul “Pemerintah Terus Cari Solusi Terbaik” di situs presidensby.info merupakan judul baru. Judul asli artikel tersebut (diganti oleh pengelola website) adalah: “Pemerintah Tidak Akan Naikkan Harga BBM”.

Update 2, 11:48

Soetrisno Bachir dari Partai Amanat Nasional, juga pasang iklan di koran dan televisi. Dan lewat plaza semanggi, saya melihat baliho besar Rizal Malarangeng. Saya berpikir, politikus-politikus ini sedang mengecerkan diri sendiri … serupa Coca Cola saja!

Diposting dengan kata kunci: , , , ,

On Seeing 100% Perfect Girl One Beautiful April Morning - Haruki Murakami Silang Budaya

4 Komentar untuk “Janji SBY 7 November 2007 dan Iklan Wiranto”

refanidea :

Hahaha…
Aku juga tertarik soal berita itu sejak dibahas di TV beberapa hari lalu. Kalau menurut Hatta Rajasa, statement SBY 7 November 2007 itu kan bukan janji. Hehehe.. Dalam hal itu memang bener sih. Kalau orang tidak mengucapkannya sebagai janji, maka kita nggak bisa memegang kalimatnya sebagai JANJI.

Mungkin kita sebut saja JUMANJI = JUAL KALIMAT TAPI BUKAN JANJI.

Di Tempo edisi minggu lalu kan dibahas juga mas Eka. Tentang Sutrisno Bachir dengan, “Hidup adalah beriklan”.

Oh, betapa kalimat Rendra, “Hidup adalah pelaksanaan kata-kata” ditiru dan dipermak sedikit oleh SB. Katanya, perusahaan milik Rizal Maralangeng yang jadi konsultan politic marketingnya pak SB. Bener mas..?

Mungkin.. Hidup adalah Copy, Paste, dan Edit sedikit. Tapi bukan Edit G. AB loh ya… itu penyanyi solo balad..

refanidea:
Wiranto, Sutrisno Bachir, semuanya pasang iklan. Dan kalo kamu (hari-hari ini) lewat jembatan semanggi ke arah kuningan, tak jauh dari plaza semanggi ada baliho besar. kali ini wajah yg di-close-up adalah Rizal Malarangeng. Nah, pemilik perusahaan konsultan politic marketing (seperti katamu itu) ini apa sedang me-marketingin diri sendiri juga, kah? berapa duit, tuh, pasang baliho? duit … duit … banyak sekali duit di atas sana, ya?
(ekakurniawan)

refanidea :

Hahaha.. SAVE OUR ADVERTISING AGENCY!!

tsani :

kita orang biasa narsisnya pasang foto di situs pertemanan…eh pejabat pasang di TV ma baliho-baliho…hebat…

sbo (susilo bambang ojongono) :

hehe, siapa suruh dulu pilih saya, sekarang baru tahu ya siapa saya, dah telat …

ook:
kamu yang milih dia, ya? hehehe ….
(ekakurniawan)

Komentarmu