16 August 2008
Foto oleh: Kessiye, Some rights reserved.
Mumpung lagi di Solo, saya menyempatkan diri untuk menjelajahi toko-toko buku bekas di sekitar alun-alun. Tujuan utamanya: mengumpulkan novel-novel karya Abdullah Harahap. Itu proyek kecil saya bersama Ugoran Prasad (ketika catatan ini ditulis, saya baru dari tempat pernikahan Ugo dengan Rini Larasati, di gedung tempat saya menikah dua tahun sebelumnya; [...]
11 June 2008
Foto oleh: Tom@HK, Some rights reserved.
Beberapa malam lalu, saya memperoleh email dari Intan Paramaditha dan Ugoran Prasad. Mereka salah dua penulis yang saya kagumi: meskipun bisa dibilang pelit menerbitkan karya. Saya bisa dikata jarang bertemu mereka (apalagi sekarang keduanya di Amerika), tapi sesekali kami mendiskusikan sesuatu lewat internet. Kembali ke email: mereka mengajak saya membuat [...]
30 May 2008
Foto oleh: Boby Dimitrov, Some rights reserved.
Tetralogi Buru bisa dibilang merupakan satu upaya Pramoedya Ananta Toer untuk menjawab apa itu menjadi Indonesia. Di akhir tahun 50an, ketika perkara menjadi Indonesia sedang hangat, jika tak bisa dikatakan panas, ia mulai memikirkan satu seri novel yang bisa mencari dan melacak jejak-jejak nasionalisme Indonesia.
Jawaban Pramoedya adalah kembali ke [...]
13 April 2008
Foto oleh: ishrona, Some rights reserved.
kuning hijau hitam merah biru abu-abu oranye
coklat pink ungu kuning hijau
hitam merah biru abu-abu oranye coklat pink
ungu kuning hijau hitam merah biru
abu-abu oranye coklat pink ungu kuning hijau
hitam merah biru abu-abu oranye coklat pink ungu kuning
12 April 2008
˙pǝʌɹǝsǝɹ sʇɥƃıɹ ǝɯos ‘… ıpnɐs :ɥǝlo oʇoɟ
˙ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɥoʇuoɔ nʇɐs uɐʞɐdnɹǝɯ ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ ¿uɐʞnq ‘ɹɐuǝq ˙ɐɔɐqıp ƃuɐdɯɐƃ ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐpɐdıɹɐp ɐɔɐqıp ɥɐsns ɥıqǝl ƃuɐɯǝɯ ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ :ɹɐuǝq sɐlǝɾ lɐɥ nʇɐs ıdɐʇ ‘ƃuɐdɯɐƃ ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐpɐdıɹɐp snƃɐq ɥıqǝl ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ uɐsılnʇ ɐʍɥɐq ɐʇɐʞɹǝq uıƃuı ʞɐʇ ɐʎɐs ¿ɐɔɐqıp ɥɐsns ƃuɐʎ ɐɹɐɔ uɐƃuǝp [...]
12 March 2008
Dalam salah satu karya pentingnya, Zur Genealogie der Moral, atau Asal-usul Moral, Nietzsche mengajukan satu perenungan: “Hanya sesuatu yang tak memiliki sejarahnya yang tak bisa dijelaskan.” Ia mengajukan satu pemahaman bahwa, moralitas sesungguhnya selalu memiliki konteks sejarahnya yang spesifik. Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip dan aturan-aturan, yang kadangkala tak berhubungan dan malah inkonsisten.
16 February 2008
16 tahun kemudian ternyata Yoko tidak menemukan Siau Liong Lie. Ia memutuskan untuk melompat dari jurang sebagaimana kekasihnya (jujur: ada satu adegan sepasang kekasih melompat ke jurang di Cantik itu Luka, yang saya ambil dari episode Yoko dan Siau Liong Lie ini, hehehe). Oh ya, endingnya mereka tidak mati, kok. Mereka bertemu di lembah (yang ada danaunya). Saya ingat adegan pertemuan ini: Yoko menyadari Siau Liong Lie masih hidup karena menemukan pesan yang ditulis di sayap lebah … busyet, ini cerita silat banget, kan!
14 February 2008
Mumpung Valentine (latah …), saya mencoba mendaftar 10 novel cinta paling menyebalkan. Alih-alih mempergunakan kata “terbaik”, saya mempergunakan kata “menyebalkan” justru untuk menghormati karya-karya berikut ini. Bukankah karya yang baik selalu merupakan gangguan … dan menyebalkan?
1. Dracula (Bram Stoker)
Saya selalu percaya, lebih dari sekadar novel gothic, Dracula sesungguhnya novel cinta. Cinta macam apa? Hmm … [...]
13 February 2008
Foto diambil dari orhanpamuk.net
Baru-baru ini, novelis Turki peraih Nobel Kesusastraan 2006 Orhan Pamuk memberi dukungan penggunaan jilbab di universitas. Ia menegaskan bahwa jilbab sama sekali tak berhubungan dengan fundamentalisme Islam.
“Di Turki, perempuan mempergunakan jilbab secara tradisional, sebagaimana perempuan Italia melakukannya di masa lalu,” begitu pernyataannya kepada beberapa media. Ia menambahkan, “Sebagian besar perempuan Turki mempergunakan [...]
04 February 2008
“Novel” di hari-hari sekarang ini mungkin merupakan barang remeh-temeh. Orang-orang membacanya di perpustakaan maupun di bangku bis kota. Sebuah karya klasik yang berat seperti Ulysses karya James Joyce maupun buku cerita misteri yang dijual di pinggir jalan seharga Rp. 3000 karya Tara Zagita, siapa pun akan sama menyebutnya: novel.
Bahkan di antara para penulis sendiri, istilah [...]
Komentar Terbaru