Akhirnya bisa memperoleh buku Mo Yan terbaru, Life and Death are Wearing Me Out. Trims buat Richard yang memesankannya ke amazon.com. Ada satu buku lagi yang kutunggu, Salman Rushdie, The Enchantress of Florence. Saya lagi pesan ke teman saya, Maggie, yang kebetulan lagi jalan ke S’pore. Di Indonesia novel itu belum nongol. Semoga dapat, Maggie!
Dari GoetheHouse semalam, buku puisi Indonesia bertambah satu: Jantung Lebah Ratu (Gramedia Pustaka Utama) karya Nirwan Dewanto. Meskipun telah menggeluti sastra sejak awal 80an, ini merupakan buku puisi pertama Nirwan (di luar itu pernah ada manuskrip berjudul Buku Cacing). Mengiringi peluncuran buku ini, Nirwan sempat melakukan wawancara dengan penyair Ook Nugroho. Transkip wawancara bisa dibaca di ooknugroho.blogspot.com. Selamat datang Jantung Lebah Ratu, tetap bergairah penulis Indonesia!
Baru pulang nonton film Three Kingdoms: Resurrection of the Dragon (2008) di Semanggi 21. Tadinya saya pikir ini film Sam Kok (Kisah Tiga Kerajaan) yang terkenal itu, ternyata hanya sejenis sempalan yang tak mengasyikan. Ya, memang sih, Sam Kok bakalan kelewat panjang kalau mau dibikin utuh. Untunglah ada si cantik Maggie Q. Selebihnya, saya masih mau nunggu Sam Kok versi lain yang dibikin oleh John Woo berjudul Red Cliff. Oh ya, saya juga nunggu duet maut Jet Lee dan Jackie Chan dalam The Forbidden Kingdom. Seru, nih, banyak film wuxia. Hehehe …
Gara-gara film “Fitna” karya Geert Wilders yang menghubung-hubungkan ayat Al-Quran dan serangan teroris, Pemerintah Indonesia berencana memblokir YouTube. Saya sendiri tak peduli dengan film “Fitna” yang saya anggap sebagai ketololan Wilders (tolol karena di satu sisi ngomong “free speech“, di sisi lain mau banned Al-Quran). Tapi kenapa ujung-ujungnya YouTube? Mau membuang kulkas gara-gara sepiring nasi basi? Harap tahu, video “Fitna” tak hanya ada di YouTube, tapi juga di: Google Video, Clipser, Yahoo Video, MySpace, LiveLeak, dan barangkali situs-situs lain. Gimana Pak Menteri, apa enggak sekalian blokir internet saja, lah? Biar bodoh sekalian kita semua, oke?
Pokoknya saya enggak akan milih SBY maupun Jusuf Kalla sebagai presiden! Tidak untuk siapa pun yang enggak pro-internet!
Update (5/4/08):
Update (9/4/08):
Provider internet saya sudah resmi memblokir YouTube. Tapi saya masih bisa mengakses situs tersebut melalui website vtunnel.com. Hehehe: selalu ada cara melawan tirani dan kebodohan!
Dua hari lalu, Mirna, editor saya dari Gramedia menelepon: menagih janji untuk mengirimkan naskah lengkap novel ketiga saya: Malam Seribu Bulan. Sebenarnya sudah saya kirim bab pertama, tapi masih ada sembilan belas bab lainnya bertahan di komputer saya. Meskipun begitu, saya janji novel itu sudah akan saya kirim kepadanya (di antara 30 hari) bulan April ini. Ugh, kalau dihitung-hitung, novel ini sudah berumur hampir empat tahun saya tulis! Mudah-mudahan hasilnya tidak mengecewakan dan saya tak lagi melanggar janji untuk menerbitkannya pertengahan tahun ini. Dukung, ya!
Saya menambah kategori baru di blog ini bernama Video. Kategori ini ada di bagian bawah halaman blog, berisi video-video (pendek) pilihan saya. Minggu-minggu ini saya sedang senang memasukkan video-video dari proyek bernama To Each His Cinema (2007). Ini proyek dalam rangka perayaan Festival Cannes yang keenam puluh, diproduseri oleh Gilles Jacob. Seluruhnya terdiri dari 33 film pendek dari 35 sutradara papan atas, semua berbicara mengenai sinema. Selamat menonton!
