Pagi ini dapat kabar dari penerbit: “Cantik itu Luka” kemungkinan diterbitkan di Malaysia dalam versi (terjemahan?) Melayu. Fakta sederhana jarak kedua bahasa semakin lebar?
Cerita pendek saya, “Taman Patah Hati” dimuat hari ini di Kompas. Jika tertarik, silakan membacanya di situs Kompas.
Cerita pendek terbaru saya “Membakar Api” terbit di Kompas hari ini. Ilustrasinya bisa dilihat di blog pelukisnya, Julia Sarisetiati.
Ada tulisan tentang sastra cyber dan seputarnya di Jurnal Nasional, dimana saya sempat diwawancarai untuk tulisan tersebut. Baca di blog penulisnya, Grathia Pitaloka.
Cerpen saya, “Surau” (dari buku Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya) disadur ke dalam pementasan Teater Nol oleh sutradara Jefry TS dan dipentaskan di Universitas Syiah Kuala, Aceh. Saduran ini diberi judul “Meunasah”, yang berarti “surau” dalam Bahasa Aceh. Baca ulasannya di aamovi.wordpress.com.
“Let’s face it, after Pramoedya, we don’t have a world-class author the equal of Haruki Murakami, Mo Yan or Orhan Pamuk.” Itu memang komentar saya. Dikutip oleh Richard Oh untuk kolomnya di JakartaGlobe, berjudul “Why Aren’t More Indonesian Literary Works Being Published Abroad?”.
