14 February 2008
Mumpung Valentine (latah …), saya mencoba mendaftar 10 novel cinta paling menyebalkan. Alih-alih mempergunakan kata “terbaik”, saya mempergunakan kata “menyebalkan” justru untuk menghormati karya-karya berikut ini. Bukankah karya yang baik selalu merupakan gangguan … dan menyebalkan?
1. Dracula (Bram Stoker)
Saya selalu percaya, lebih dari sekadar novel gothic, Dracula sesungguhnya novel cinta. Cinta macam apa? Hmm … [...]
04 February 2008
“Novel” di hari-hari sekarang ini mungkin merupakan barang remeh-temeh. Orang-orang membacanya di perpustakaan maupun di bangku bis kota. Sebuah karya klasik yang berat seperti Ulysses karya James Joyce maupun buku cerita misteri yang dijual di pinggir jalan seharga Rp. 3000 karya Tara Zagita, siapa pun akan sama menyebutnya: novel.
Bahkan di antara para penulis sendiri, istilah [...]
18 January 2008
Foto oleh: pasotraspaso, Some rights reserved.
Pernah baca Haruki Murakami? Salah satu cerpen saja! Uh, dia sekarang ini mungkin pengarang hebat yang masih hidup dan masih rajin menerbitkan buku. Tidak sembarang buku, tapi buku yang asyik. Tahun lalu saya baca bukunya yang paling baru After Dark. Kejadiannya cuma semalam (ini sih biasa), tentang orang yang tidur [...]
08 October 2007
Dalam buku esai terbarunya, The Curtain, Milan Kundera menyinggung perihal sastra dunia (atau dalam istilah Goethe, Die Weltliteratur) dengan mengatakan: “Tidak, percayalah, tak akan ada yang mengenal Kafka saat ini—tak seorang pun—jika ia tetap menjadi seorang Ceko.”
Foto oleh Ratih Kumala
Konteks pernyataannya tersebut adalah meski Franz Kafka seorang Yahudi dan menulis serta tinggal di Ceko, pada [...]
23 November 2006
Foto oleh venkane, Some rights reserved.
Sepuluh tahun lalu, dalam cerita pendek berjudul “Sleeping Beauty and the Airplane”, Gabriel Garcia Marquez membayangkan naratornya sebagai seorang feodal Jepang yang keranjingan melihat perempuan cantik sedang tidur. Seketika saya menyadari rujukan yang dimaksudnya adalah tokoh-tokoh dalam kebanyakan novel Yasunari Kawabata. Dan melihat gaya lirisisme di cerita pendek itu, serta [...]
07 July 2005
Foto oleh: jurek d., Some rights reserved.
Membaca komik Eko Nugroho, pentolan kelompok komikus Daging Tumbuh, berjudul The Konyol (Orakel, 2005), mengingatkan saya kepada sebaris kalimat dalam sebuah grafis mereka: “Jangan Ada Ganteng di Antara Kita.” Kalimat itu aneh, tapi terasa lucunya. Atmosfir seperti itulah yang saya pikir menyelimuti seluruh komik strip dalam buku tersebut.
Sedikit mengingatkan [...]
14 October 2004
Sikap lirik dari aku narator barangkali lazim dalam satu pembacaan puisi, dan jarang dilakukan dalam pembacaan prosa. Tapi saya ingin melakukannya untuk pembacaan atas tiga kumpulan cerpen Puthut EA, Sebuah Kitab yang Tak Suci (2001), Dua Tangisan pada Satu Malam (2003), dan Sarapan Pagi Penuh Dusta (2004). Tentu bukan lantaran cerpen-cerpen ini gagal sebagai “cerita”, namun lebih didorong oleh asumsi, yang semoga tidak sembrono, bahwa setiap prosa mestinya juga suatu puisi yang menggantikan kata-kata dengan deretan peristiwa-peristiwa. Begitu seringnya penulis ini mempergunakan protagonis orang pertama semakin menyiratkan bahwa cerpen-cerpen ini serupa puisi yang menemukan bentuknya dalam “sejenis” prosa cerita pendek.
30 January 2003
Foto oleh NTLam, Some rights reserved.
Ibu memintaku pergi bersamanya untuk menjual rumah. Ia datang pagi itu dari sebuah kota di mana keluarga kami tinggal, dan tak tahu bagaimana menemukanku. Ia bertanya pada beberapa kenalan dan diberitahu untuk mencariku ke Libreria Mundo, atau di kafe-kafe sekitar, tempat aku ke sana dua kali sehari untuk ngobrol dengan [...]
Komentar Terbaru