Pesan Buku di Sini

Buku-buku di bawah ini bisa dipesan langsung melalui blog saya. Beberapa masih bisa ditemukan di toko buku, beberapa hanya tinggal beberapa kopi di gudang penerbit. Semoga ini membantu teman-teman yang mencari buku saya (dan Ratih Kumala) tapi tak menemukannya di toko buku, atau malas ke toko buku, atau memang tak ada toko buku.

Buku-buku Eka Kurniawan

Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya
(Kumpulan Cerita Pendek)
ISBN: 979-22-1257-4
Gramedia Pustaka Utama, 2005
Rp. 35.000,-
Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya
(Kumpulan Cerita Pendek)
ISBN: 979-22-1348-1
Gramedia Pustaka Utama, 2005
Rp. 37.500,-

Baca selengkapnya …

Melacak Jejak Horor Abdullah Harahap

Oleh: Akhmad Sekhu
Sumber: Suara Merdeka

Masih ingatkah Anda pada Abdullah Harahap? Bagi Anda yang menyukai cerita-cerita horor sekitar tahun 70-80-an tentu ingat betul Abdullah Harahap yang selalu bercerita seputar balas dendam, seks, pembunuhan, serta motif-motif cerita setan, arwah penasaran, obyek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian. Tapi bagi Anda yang tidak ingat karena tidak tahu, jangan khawatir karena Anda sekarang akan diajak tiga penulis muda berbakat; Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad untuk melacak jejak cerita-cerita horor yang diusung Abdullah Harahap dalam sebuah buku berjudul “Kumpulan Budak Setan”

Baca selengkapnya …

Bila Novel Ditulis di Blog (“Club Camilan”)


Sudah menjadi rahasia umum gaya penulisan blog memiliki karakteristik yang mulai menjadi tipikal. Di satu sisi, ia seringkali bersifat personal seperti catatan harian. Tapi di sisi lain, ia juga bersifat publik sebagaimana media massa umumnya. Begitulah, blog berada di antara keduanya: personal sekaligus publik.

Pendekatan seperti itu pula yang dilakukan kebanyakan media massa arus utama ketika mendelegasikan jurnalisnya agar menulis blog. Koran-koran seperti The Washington Post hingga Kompas, tak hanya menyediakan konten beritanya dalam versi daring, tapi juga menyediakan ruang bagi jurnalisnya menulis secara personal melalui blog yang difasilitasi oleh media induknya. Blog-blog semacam ini, tak hanya tetap patuh pada kaidah-kaidah jurnalistik dalam penanganan fakta, tapi juga menyisipkan sentuhan personal. Mereka membiarkan opini penulisnya menyusup dan orang tetap memakluminya. Sebab itulah blog.
Baca selengkapnya …

“Kumpulan Budak Setan”

Kumpulan Budak Setan, kompilasi cerita horor Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, adalah proyek membaca ulang karya-karya Abdullah Harahap, penulis horor populer yang produktif di era 1970-1980an. Dua belas cerpen di dalamnya mengolah tema-tema khas Abdullah Harahap — balas dendam, seks, pembunuhan — serta motif-motif berupa setan, arwah penasaran, obyek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010.

Baca selengkapnya …

Jose Saramago dan “Apa yang Terjadi, Jika …”

But loneliness is not living alone, loneliness is the inability to keep someone or something withing us company,” kata Jose Saramago di salah satu novelnya yang barangkali bisa dibilang terbaik, The Year of the Death of Ricardo Reis.
Baca selengkapnya …

Sepuluh Tahun “Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis”

Akhir Agustus 1999 itu, buku pertama saya Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis keluar dari percetakan dan beredar di toko buku. Beberapa waktu sebelumnya, saya juga baru diwisuda, lulus dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Buku pertama yang memberi saya keberanian untuk menjadi seorang penulis.

Saya pernah menceritakan hal ini di tempat atau kesempatan lain: buku itu pada dasarnya sebuah skripsi untuk sarjana saya. Saya membaca novel Pramoedya pertama kali sekitar tahun 1997. Sejujurnya saat itu saya sudah menulis proposal lain untuk skripsi saya. Terpengaruh oleh science fiction, saya ingin menulis mengenai Extraterestrial. Makhluk luar angkasa. Dasar teori saya adalah evolusi Darwin. Saya tak tahu apa jadinya jika proposal itu disetujui dan saya menuliskannya. Ide itu tidak pernah teralisir, sebab tak lama kemudian saya membaca novel Bumi Manusia dan memutuskan bahwa, skripsi saya akan mengenai Pramoedya Ananta Toer.
Baca selengkapnya …

A Short History of Tractors in Ukrainian


Ketika saya membaca bagian awal novel ini, sekonyong saya merasa suka. Pertama-tama adalah alasan personal. Persis sebagaimana pembukaan novel itu: Sekitar dua tahun lalu, nenek saya meninggal. Kakek saya, yang tinggal sendirian di desa, memutuskan untuk menikah lagi. Calon istri barunya seorang janda yang jauh lebih muda daripada kakek.

Bisa dibayangkan, ibu saya, anaknya yang paling tua, merupakan yang paling sewot. Jika tidak salah, ia masih marah saat Kakek menjelang meniggal. Tentu saja adik-adik ibu saya yang lain juga ngedumel. Hanya ada satu orang paman saya yang tampaknya merestui pernikahan ini, dengan alasan yang mencoba masuk akal: kakek sudah tua, butuh seseorang yang akan mengurus.
Baca selengkapnya …

The Unbearable Lightness of Being: Politik itu Kitsch


Estetika di mana kotoran (tai) diabaikan dan dianggap tak ada merupakan estetika kitsch, kata Milan Kundera di bagian akhir novel The Unbearable Lightness of Being. Jika saya tak salah ingat, berkali-kali ia membicarakan hal yang sama di novel yang lain. Mungkin di The Joke atau di Life is Elsewhere. Yang jelas, gagasan (atau kemuakan) atas kitsch barangkali merupakan salah satu yang penting dalam novel-novelnya.

Dan tentu saja kitsch yang paling tak disukainya adalah kitsch gaya estetika Komunis Rusia. Sudah menjadi rahasia umum, Kundera membenci hampir segala hal mengenai Rusia. Bahkan tak jarang ia menolak wawancara jika diketahuinya wartawan tertentu berasal dari Rusia. Sebagaimana umum diketahui, ia harus meninggalkan negerinya (Ceko) tak lama setelah negeri itu diinvasi tentara Rusia, dan tinggal di Paris sampai hari ini. Tema mengenai invasi itu, bahkan sudah muncul sejak novel pertamanya, The Joke.
Baca selengkapnya …

“Kronik Betawi”, Novel Baru Ratih Kumala


Novel terbaru karya istriku, Ratih Kumala, berjudul Kronik Betawi. Ya, benar, ini tentang masyarakat Betawi di Jakarta. Berbeda dengan kedua novel sebelumnya, gaya bahasanya lebih ringan dan, tentu saja lucu. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, mulai beredar 4 Juni 2009. Selamat membeli dan membaca.

Buat yang malas atau enggak sempat ke toko-buku, bisa pesan di sini seharga Rp. 40.000 (sama dengan harga di toko). Ongkos kirim gratis untuk wilayah Indonesia. Silakan tinggalkan komentar untuk pemesanan buku. Baca selengkapnya …

“Bisikan Arwah” Abdullah Harahap
(Update: Tribute to Abdullah Harahap)

Tak terasa sudah hampir tujuh bulan proyek “Tribute to Abdullah Harahap” berlangsung (lihat posting katalog buku Abdullah Harahap). Saya, Intan Paramaditha dan Ugoran Prasad sudah beberapa kali bertemu untuk mendiskusikan proyek kami, dan terus berjalan. Pertemuan terakhir, kami melakukannya melalui Yahoo Messanger karena saat itu berada di tempat yang berjauhan.

Dalam diskusi terakhir kami, saya memberikan laporan mengenai pembacaan saya atas novel Bisikan Arwah. Novel itu bisa menjadi kasus untuk bagian telaah saya: tentang arwah, dendam, dan konteks sosialnya.
Baca selengkapnya …