Beli Chinese Democracy
Setelah nunggu 14 tahun, akhirnya beli album baru Guns N’ Roses, Chinese Democracy. Bisa jadi teman perjalanan di pesawat setelah diunggah ke iPod. Selamat datang lagi, dah, Axl!
Menulis dan petualangan-petualangan lainnya
Setelah nunggu 14 tahun, akhirnya beli album baru Guns N’ Roses, Chinese Democracy. Bisa jadi teman perjalanan di pesawat setelah diunggah ke iPod. Selamat datang lagi, dah, Axl!
Maaf kalau Mas bosan membaca komentar saya. Paling tidak ada dua alasan saya untuk itu:
1. Saya blogger baru yang membutuhkan teman untuk merasa betah di dunia baru saya
2. Saya tak mau kehilangan kesempatan untuk berdialog dengan orang-orang yang pantas jadi guru saya
To the comment, sejauh mana Mas Eka memperhatikan perkembangan musik, terutama Indonesia? Gini-gini kayanya saya punya perhatian yang sama dengan Mas (meski kemampuannya beda. hehehe); sastra, musik, budaya, sepakbola.
Ngomong-ngomong, sudah dengar grup musik Efek Rumah Kaca? Sejauh ini saya menganggap mereka patut mendapat kredit tinggi; tergolong easy listening, kemampuan bahasa yang kuat, perhatiannya luas (mereka membuat lagu bertema kritik pasar, konsumerisme, tribute utk Munir, insomnia, dll.)
Saya setuju banget, Mas. Kebetulan saya menulis soal itu di blog saya dengan lumayan serius (Paling todak saya harus begadang untuk menulisnya), di sini: http://kacajendela.wordpress.com/2008/11/13/menyoal-syair-dan-tema-lagu-lagu-indonesia/
Semoga Mas Eka mau mampir dan memberi komentar untuk itu.
udah dengar semua lagunya mas ? gimana ? sharing jg dong ama review-an saya..thx
Saya suka dengan album “Chinese Democracy” ini. Tapi begitu mendengar album ini, saya merasa kelihatannya tak akan ada “reuni” Guns N Roses. Sangat terlihat, arah musik Axl memang sangat berbeda dengan tiga temannya di Velvet Revolver. Ciri-ciri musik Chinese Democracy sudah agak terlihat di Use Your Illusions. Tapi mungkin Axl kurang puas dengan album UYI, maka dia menyempurnakannya di CD. Itu pendapat saya. Album CD tampak lebih matang daripada UYI.
aku setuju ma mas eka. chinese democracy pendewasaan gnr dlam bermusik. album ini lebih matang,dan aku setuju ini adlah penyempurnaan dri album UYI. untk reuni kaya’a kemungkinan msh ad mas. soalnya slash kepergok bbrapa kali menonton konser axl dan new gnr. dan trakhr ktka gnr perform di new york slash jg trlhat hadir. aku ga tau ap maksudnya. tp ak yakin slash pasti rindu satu panggung dengan axl lagi. aplagi slash sudah tidak egois sprti waktu kluar dr gnr soal aliran musik gnr. album velvet yg ke 2 libertad, slash sudah mulai memasukkan unsur2 modern d’lagu2′a. matt sorum scra terbuka mengatakan ingn stu pgung lg d9an axl, steven adler mlh lbh blak2an ktika interview d’mtv soal itw. izzy sudah sering ikt perform ma new gnr. jd kita tunggu aj.
kalo ke pnd bawa albumnya yak ka…
jadi penasaran
Mas…
salam kenal….saya salah satu penggemar GNR..
Lagu2nya dahsyat…saya dah beli cdnya 75rb…..lagu seperti “Better, This I love, Prostitute, There was a time…bener-bener membawa saya saat2 duduk di SMA….
Arrangement musicnya sudah modern menggunakan permainan effect dan programming modern….GNR 2008 bener2 beda…..AXL tetap dengan gaya suaranya yang bisa berubah Sampai 3x…………..
Hanya wartawan detik yang goblok…yang koment kalau albumnya ngga ada yg special…..
Meskipun temen2 di GNR pergi membentuk Velvet Revolver yang beranggotakan 3 ex-GNR yaitu: Slash, Duff Mc Kagan & Matt Sorum sang drummer…
AXL bisa mencari gitaris si Buckethead & Robin Finck…..dan membuat fresh…GNR…..dan juga temen lamanya AXL si Dizzy Reed Sang pemegang Keyboard juga ikutan memainkan perannya
Di ‘Chinese Democracy”…….
Uh jadi kepengen nonton konsernya euy………
Hallo Bung Eka…Salam kenal from me to you..penggemar novel mahadahsyat..Cantik Itu Luka…Saya membayangkan novel Bung Eka itu digarap sebagai film oleh Tim Burton..pasti keren abis…Btw..saya lupa, ini harusnya komentar ttg GNR…Setidaknya ternyata kita punya selera sama….apa karena pernah hidup di masa yang sama..saat GNR sedang jaya – jayanya dengan Sweet Child O Mine…