Sudah tiga hari saya dan Ratih berada di Tokyo. Acara utama kami baru akan dilakukan siang ini. Saya diundang ke Tokyo University of Foreign Studies - TUFS - untuk membicarakan novel ketiga saya Malam Seribu Bulan, baru akan terbit awal tahun depan.

Pengundang saya adalah Prof. Toru Aoyama. Ia tampaknya, sebagaimana diberitahu teman saya yang bekerja di NHK, mengepalai pusat studi mengenai sastra, Islam, dan Asia Tenggara. Seminar kami pun ada hubungannya dengan pusat studi tersebut.
baca selengkapnya »

27 November 2008 » Setelah nunggu 14 tahun, akhirnya beli album baru Guns N' Roses, Chinese Democracy. Bisa jadi teman perjalanan di pesawat setelah diunggah ke iPod. Selamat datang lagi, dah, Axl! (Baca Komentar: 2)
12  November  2008

Perlu Mengakrabi Sastra Mancanegara

Wawancara di Jurnal Nasional, 9 Desember 2007

Sebagai penulis muda yang karyanya telah dikenal luas sampai ke Jepang, bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan sastrawan Indonesia meraih Nobel?

Kalau saya sih optimistis saja. Untuk mendapatkan Nobel itu kan juga disebabkan banyak faktor. Bagi saya pribadi Nobel tidak selalu identik dengan kualitas. Kalau saya bilang optimistis itu lebih berarti kepada pemikiran kalau sastra Indonesia itu adalah bagian dari sastra dunia. Maksud saya nanti suatu saat, penulis kita bisa sejajar dengan penulis-penulis dari negara lain, bisa menjadi penulis yang enggak cuma jago kandang. Artinya kita punya potensi tapi harus diakui juga kalau pergaulan kita dengan sastra mancanegara juga belum terlalu intim. Kalau istilah petinju, kita itu kurang sparing partner. Kalau kita tidak terlalu banyak bergaul dengan sastra berkualitas dari mancanegara kita juga sulit menentukan standar estetikanya.
baca selengkapnya »

04  November  2008
Adonis, Penyair Syria

Adonis, Penyair Syria

Hujan lebat pada Senin sore kemarin, tak menghalangi niat saya untuk menempuh setengah jam perjalanan ke Komunitas Salihara. Saya sudah meniatkan kunjungan ini sejak dua minggu sebelumnya. Acara malam itu adalah ceramah umum yang akan dibawakan oleh Adonis, dengan tema “Kebenaran Puisi dan Kebenaran Agama“.

Siapakah Adonis, sehingga saya rela meninggalkan meja kerja saya yang selama berminggu-minggu ini menjadi sarang bagi berlembar-lembar draft akhir novel saya? Adonis bisa dibilang penyair Arab paling penting sekarang ini. Bahkan boleh dibilang, ia penyair paling kuat sebagai kandidat peraih Nobel Kesusastraan di tahun-tahun terakhir sekaligus tahun-tahun ke depan.
baca selengkapnya »

Saramago di depan komputer

Saramago di depan komputer

Jose Saramago, penulis Baltazar & Blimunda dan Blindness, juga peraih Nobel Kesusastraan 1998, ternyata juga nge-blog. Asli, ia sendiri yang menulisnya. Sayang blognya dalam bahasa Portugis dan Spanyol. Tapi konon edisi Inggrisnya juga akan diluncurkan. Kedua versi (bahasa) blognya mempergunakan Wordpress.

Meski sudah berumur 85 tahun, Saramago gaul juga. Kita tunggu saja, apa dia juga mau gabung di Facebook dan Friendster atau tidak, ya? Hehehe … Lihat, enggak seperti penulis tua lainnya, di foto Saramago juga tampaknya nyaman mengetik di depan komputer. Enggak tanggung-tanggung, ia pakai desktop dan juga laptop. Oke, deh kakek … Yahoo Messenger-an, yuk!


Saya sempat menulis tentang kemungkinan terbitnya “Chinese Democracy” tahun ini, terutama setelah bocornya 11 Lagu Baru Guns N’ Roses di internet. Kabar itu akhirnya menjadi nyata. Geffen mengumumkan, album terbaru Guns N’ Roses tersebut akan beredar di seluruh dunia mulai 23 November. Album ini akan memuat 14 lagu, 3 di antaranya belum pernah bocor di internet:

1. Chinese Democracy; 2. Shackler’s Revenge; 3. Better; 4. Street Of Dreams; 5. If The World; 6. There Was A Time; 7. Catcher In The Rye; 8. Scraped; 9. Riad N’ The Bedouins; 10. Sorry; 11. I.R.S.; 12. Madagascar; 13. This I Love; 14. Prostitute. Ooops, gak sabar nunggu!

22 October 2008 » Teman saya Richard Oh baru saja mengirim sms mengenai 5 (lima) besar Khatulistiwa Literary Award. Ini hasilnya. Prosa: Bilangan Fu (Ayu Utami), Rahasia Meede (ES Ito), Kaca Piring (Danarto), Hubbu (Mashuri), dan Glonggong (Junaedi Setiono). Puisi: Teman-teman dari Atap Bahasa (Afrizal Malna), Pandora (Oka Rusmini), Sajak-sajak Menjelang Tidur (Wendoko), Jantung Lebah Ratu (Nirwan Dewanto), dan Orgasmaya (Hasan Aspahani). (Baca Komentar: 5)
15  October  2008


Akhirnya buku ini terbit: L.A. Underlover, akan dilaunching di Ubud Writers and Readers Festival, Bali, 17 Oktober 2008. Saya sendiri, karena satu kesibukan, tidak akan ada di Ubud. Tapi 3 dari lima penulis akan berada di sana: Budi Darma, Triyanto Triwikromo, dan Nugroho Suksmanto. Ini kumpulan cerpen dari lima penulis tentang orang-orang Indonesia di Los Angeles. Kami melakukan riset on-the-spot sekitar Maret tahun lalu di kota itu. Selamat membeli dan membaca bukunya!

29  September  2008
Ini salah satu sudut desa tempat sekarang ibu saya tinggal.

Ini salah satu sudut desa tempat sekarang ibu saya tinggal.

Lebaran ini sepertinya saya tidak pulang, dan sebagai gantinya berkali-kali harus menelepon ibu saya, menanyakan kabar mereka di rumah. Pertama, tentu karena saya malas menghadapi kemacetan di jalan. Meskipun jalur mudik ke selatan tidak semacet jalur ke timur, tetap saja pulang menjelang Lebaran bukan satu perjalanan yang mengasyikan. Lebaran-lebaran tahun sebelumnya, saya lebih suka pulang dua atau tiga hari selepas Lebaran, ketika orang-orang justru kembali ke Jakarta.

Kedua, jika tidak ada halangan, saya akan ke Jepang akhir November untuk bicara tentang novel saya yang bakal terbit, “Malam Seribu Bulan”, atas undangan Tokyo University of Foreign Studies. Masih dua bulan, tapi saya harus mengurus visa di tengah kantor-kantor (termasuk kedutaan) yang terkena dampak tanggal-tanggal merah. Juga kesibukan mengurus tahap akhir novel saya, sebab novel itulah yang akan saya bicarakan di Jepang. Saya memutuskan untuk mendesain dan menata-letak sendiri buku ini, seperti yang saya lakukan di buku-buku pertama saya. Kalaupun saya mudik, tampaknya itu setelah urusan-urusan ini selesai saja.
baca selengkapnya »

Sampul Bulu Mata Susu, Ramon Damona. Desain: Eka Kurniawan

Sampul Bulu Mata Susu, Ramon Damona. Desain: Eka Kurniawan


Hampir sebulan terakhir saya mengerjakan desain buku puisi Ramon Damora berjudul Bulu Mata Susu. Setelah mencoba beberapa kemungkinan, ini merupakan desain yang akhirnya di-approve oleh sang penyair. Di blog Ramon Damora, bisa dilihat dua versi sebelumnya, sebelum berakhir dengan desain ini. Sila menunggu bukunya di toko!