01 August 2006
Oleh: Goenawan Mohamad
Di tahun 1963, ia menyusun satu risalah tentang “Realisme Sosialis”, doktrin yang bagi Pramoedya dapat dan semestinya diterapkan sebagai dasar praktek sastra dan kritiknya. Meskipun dalam wawancaranya dengan Tempo 4 Mei 1999 ia mengatakan, “Saya tak pernah membela realisme sosialis”, risalah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia itu adalah advokasi yang bersemangat untuk doktrin itu
14 December 2005
Oleh: Melissa, kritikfeminis2005.blogdrive.com
Judulnya yang begitu menarik, yaitu “Bercinta dengan Barbie”, begitu menggugah rasa ingin tahu ceritanya. Dari ceritanya yang sama menariknya dengan judulnya, kita bisa menemukan beberapa faktor yang mencolok mengenai hubungan antara suami dengan istri, laki-laki dan perempuan, pria dan wanita.
11 November 2005
Oleh: H Tanzil, bukuygkubaca.blogspot.com
Foto oleh jurek d., Some rights reserved.
Eka Kurniawan adalah penulis muda berbakat dimana novel pertamanya “Cantik Itu Luka” (2002) banyak mendapat sambutan positif dari para pengamat sastra Indonesia. Seolah ingin mengokohkan dirinya sebagai novelis, kali ini Eka Kurniawan melahirkan novel terbarunya yang berjudul “Lelaki Harimau”. Berbeda dengan Cantik Itu Luka yang mengusung [...]
17 July 2005
Oleh: Damhuri Muhammad
Foto oleh: piccadillywilson, Some rights reserved.
Disadari atau tidak, setiap “tukang” cerita meneladani kecerdasan Syahrazad. Permaisuri pendongeng dalam kisah Seribu Satu Malam yang mesti “berjuang” menyelesaikan sepenggal kisah demi tertundanya ancaman maut satu malam lagi. Bilamana sang permaisuri itu masih ingin bertahan hidup, ia harus merangkai sepenggal kisah lagi untuk mengulur waktu kematiannya satu [...]
17 May 2005
Oleh: Sjaiful Masri, sriti.com, 17-5-2005
Foto oleh: gari.baldi, Some rights reserved.
Ibarat buah manggis, saya mengenal Eka Kurniawan berdasarkan cerita-cerita banyak orang. Jadi, kini saatnya saya ingin menebaknya… Maman S. Mahayana ‘mengundang’ saya untuk masuk dalam pertaruhan novel Cantik itu Luka. Saya ingin merasai bagaimana rasanya ‘air bah’ yang dimaksudnya itu… Yang saya temui adalah sebuah solmisasi, [...]
27 March 2005
Oleh: Wannofri Samry
Foto oleh: piccadillywilson, Some rights reserved.
Novel Cantik Itu Luka (2004) karya Eka Kurniawan bercerita mengenai keluarga besar Ted Stamler, seorang Belanda yang malang-melintang bekerja sebagai pejabat di akhir masa kolonial Belanda di Halimunda. Tempat itu adalah sebuah kota yang dilukiskan pengarang sebagai tempat menarik, penuh mitos dan begitu penting di ujung masa kolonial.
Tokoh [...]
14 November 2004
Oleh: Maman S. Mahayana
Foto oleh Naomi Ibuki, Some rights reserved.
Setelah sukses dengan Cantik itu Luka (Yogyakarta: AKY, 2002; Jakarta Gramedia, 2004) yang memancing berbagai tanggapan, kini Eka Kurniawan menghadirkan kembali karyanya, Lelaki Harimau (Gramedia, 2004; 192 halaman). Sebuah novel yang juga masih memendam semangat eksperimentasi. Berbeda dengan Cantik itu Luka yang mengandalkan kekuatan narasi yang [...]
31 October 2004
Oleh: Katrin Bandel
Foto oleh giopuo, Some rights reserved.
Dengan novelnya yang pertama, Cantik Itu Luka (2002), Eka Kurniawan menimbulkan kontroversi yang cukup seru. Mungkin penerbitan ulang novel tersebut oleh Gramedia dapat dipahami sebagai tanda bahwa novel yang banyak dikritik itu akhirnya bisa diterima. Pada waktu yang sama, Gramedia juga menerbitkan novel Eka yang kedua, Lelaki Harimau [...]
29 August 2004
Oleh: Aquarini Priyatna Prabasmoro
Foto oleh giopuo, Some rights reserved.
Dua novel Eka Kurniawan Cantik itu Luka (2002) dan Lelaki Harimau (2004) telah saya baca sambil mengingat Freud dengan cerita terkenalnya yang dinamai psikoanalisis. Untuk menjadi diri sejati, demikian kata Freud dalam cerita itu, seorang anak harus melepaskan diri dari ibunya, dari tubuh ibunya. Seorang anak laki-laki [...]
29 August 2004
Oleh: Nuruddin Asyhadie
Foto oleh seeks2dream, Some rights reserved.
Kehidupan sastra adalah kehidupan tiruan, denting gelas para copycat. Sejarah sastra sendiri tersaji sebagai sejarah mutasi tak bertepi. Adakah kisah lain di luar Ramayana dan Mahabaratha? Karya seagung Illiad Homerus pun lahir dan menyusu pada dua maha epos tersebut; Alenka adalah purwarupa Troya, demikian pula relasi Shinta dengan [...]
Komentar Terbaru