6 August 2008 » Selama eksil 18 tahun di Cavendish, Vermont, masyarakat kota kecil itu sangat menghormati dan melindungi Solzhenitsyn. Jangan pernah berharap bisa diberitahu arah menuju rumah sang penulis oleh penduduk lokal. Baca mengenai hal itu di satu artikel The New York Times (1994). (Baca Komentar: 0)
Solzhenitsyn Meninggal Umur 89 Tahun - »
Penulis Rusia peraih Nobel, Aleksandr Solzhenitsyn, dimakamkan hari ini. Ia meninggal hari Minggu kemarin pada umur 89 tahun. Ia pernah dimasukkan ke gulag oleh Stalin, kemudian eksil selama 2 tahun di Swiss dan 18 tahun di Amerika. Selama itu ia konon tetap memakai jam tangan yang diset dengan waktu Moskow. Ia kembali ke Rusia tahun 1994, setelah Sovyet bubar. Sebagaimana harapannya, ia meninggal dan akan dimakamkan di kampung halamannya. (Read Comments: 0)
2 August 2008 » Theme Wordpress bikinan saya, Descartes versi 1.2, sekarang sudah bisa didownload di wordpress.org/extend/themes/descartes! (Baca Komentar: 0)
1 August 2008 » Pangandaran akan jadi kabupaten. Hehe, itu kampung halaman saya. Buat saya pribadi, rasanya memang lebih baik menjadi kabupaten tersendiri, terpisah dari Ciamis. Hm, saya jadi membayangkan duduk di teras rumah, memandang laut, sambil membaca buku. I Love Pangandaran! (Baca Komentar: 1)
31  July  2008

Identitas Film Asia

(Sebuah Kasus: Akira Kurosawa)

Majalah Time Asia, salah satunya memilih Akira Kurosawa sebagai bagian dari daftar “60 Years of Asian Hero”. Pertama-tama, tentu saja yang dimaksud adalah tokoh-tokoh Asia, berdarah Asia. Dalam daftar ini, juga terdapat animator ulung Jepang Hayao Miyajaki (sutradara Spirit Away), serta aktor Cina, Gong Li. Artikel mengenai Kurosawa di majalah itu dibuka dengan kalimat pembuka bahwa selama ini dunia tak mengenal kebudayaan Jepang selain beberapa patah kata serupa “harakiri” atau “sayonara”, hingga sebuah film Jepang memenangkan hadiah tertinggi di Festival Film Vanice: Rashomon karya Akira Kurosawa.

Dari ungkapan itu seperti jelas bahwa Rashomon dan Akira Kurosawa merupakan representasi kulutural Jepang, bahkan mungkin Asia.
read more »

26 July 2008 » Situs lain yang saya bantu desain: nalar.co.id. Problem paling berat, dengan alasan kepraktisan dan kemudahan, situs ini sejak awal udah dibikin dengan Wordpress. Demikianlah saya harus mendayagunakan Wordpress agar menjadi katalog online, lengkap dengan keranjang belanja yang bisa ngitung potongan dan total harga. Ini nambah trik-trik baru yang enggak mungkin kalo cuma memakai Wordpress sekadar untuk ngeblog, hehe. (Baca Komentar: 0)
23 July 2008 » Ini website terbaru yang saya bantu desain: viviyipartroom.com, sebuah galeri milik Vivi Yip. Layout dasarnya berasal dari template WordBluex yang saya bikin, yang juga dipergunakan sebagai dasar blog saya ini. (Baca Komentar: 0)
22 July 2008 » Fadjroel Rachman dan Rizal Mallarangeng menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden. Saya catat di sini karena mereka berdua masih di bawah lima puluh tahun. Tepatnya, keduanya berumur 44 tahun. Saya pribadi belum menentukan pilihan. Tapi satu hal jelas, jika memilih, saya akan memilih yang muda. Under 50 for President! (Baca Komentar: 3)
21 July 2008 » Semalam dari peluncuran novel Ayu Utami, Bilangan Fu. Saya sudah beli bukunya sejak dua mingguan lalu, tapi baru baca satu halaman. Kalimat keduanya membuat saya sejenak bertanya-tanya: "Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai [...]." (cetak tebal dari saya), selebihnya saya harus kembali ke pekerjaan (*grin*). (Baca Komentar: 7)
vicki-zhao-red-cliffs

© China Film Group

Hmm, saya bukan penggemar berat John Woo, tapi saya gandrung dengan “Sam Kok”. Sebelumnya saya sudah nonton versi lain, Three Kingdom karya sutradara Daniel Lee. Sekarang John Woo datang dengan judul Red Cliff. Saya baru saja pulang menonton yang terakhir itu di Plaza Semanggi.

Baiklah, saya tidak bermaksud memperbincangkan (apalagi membuat kritik mendalam) mengenai film itu. Kalau sudah menyangkut film wuxia (cerita silat), saya cenderung enggak obyektif. Pokoknya suka, hehe. Apalagi Red Cliff belum selesai. Yang saya tonton hanyalah bagian pertama. Bagian keduanya mungkin baru nongol Januari tahun depan. Ya, film ini berdurasi 4 jam, karena itu dipecah dua. Tapi versi dua film ini konon hanya diputar di Asia. Di luar Asia, mereka hanya dapat versi satu film berdurasi 2,5 jam. Lantas apa yang mau saya omongin? Entahlah, tiba-tiba setelah lihat film itu, kepikir kenapa kita enggak bikin film silat yang asyik, ya?
read more »